Drain the veins in my head
Clean out the reds in my eyes to get by security lines
Dear x-ray machine
Pretend you don't know me so well
I won't tell if you lied
Cry, cause your droughts been brought up
Drinkin' cause you're lookin so good in your starbucks cup
I complain for the company that I keep
The windows for sleeping rearrange
When I'm nobody
Well who's laughin now
I'm leaving your town, again
And I'm over the ground that you've been spinning
And I'm up in the air so baby hell yeah
Well honey I can see your house from here
If the plane goes down, damn
I'll remember where the love was found
If the plane goes down, damn
Damn, I should be so lucky
Even only 24 hours under your touch
You know I need you so much
I cannot wait to call you
And tell you that I landed somewhere
And hand you a square of the airport
And walk you through the maze of the map
That I'm gazing at
Gracefully unnamed and feeling guilty for the luck
And the look that you gave me
You make me somebody
Oh nobody knows me
Not even me can see it, yet I bet I'm
I'm leaving your town again
And I'm over the ground that you've been spinning
And I'm up in the air, so baby hell yeah
Oh honey I can see your house from here
If the plane goes down, damn
I'll remember where the love was found
If the plane goes down, damn
You keep me high minded
You get me high
Flax seeds, well they tear me open
And supposedly you can crawl right through me
Taste these teeth please
And undress me from the sweaters better hurry
Cause I'm heating upward bound now
Oh maybe I'll build my house on your cloud
Here I'm tumbling for you
Stumbling through the work that I have to do
Don't mean to harm you
By leaving your town again
But I'm over the quilt that you've been spinning
And I'm up in the air, said baby hell yeah
Oh honey I can see your house from here
If the plane goes down, damn
I'll remember where the love was found
If the plane goes down, damn
I'll remember where the love was found
If the plane goes down, damn
I'll remember where the love was found
If the plane goes down, damn
Damn
Damn
Damn, you
You keep me high
You keep me high minded
You keep me high
You keep me high minded
hey!, i've been waiting for you
Apa yg kalian pikirkan kalo ada kata garis (-garis)?
Aku punya bbrp hal yg lewat di pikiran wkt ada kata itu.
Buku tulis? jelas lah ada garisnya. Dulu, pas SD, aku jg dapat materi menulis di buku halus-kasar. Tau mksdku? Buku halus-kasar itu buku tulis yg garisnya ga sama, ada yg jaraknya kecil, ada yg besar. Tujuan belajar materi ini sih katanya biar tulisan sambungnya rapi.
Orang srg menyiasati ukuran tubuhnya dgn baju corak bergaris. Bagi org2 yg kurus, lbh disarankan mengenakan baju corak garis yg horizontal. Sementara buat org2 yg ukuran tubuhnya agak ekstra (kyk aku ni), lbh disarankan make' baju yg garis vertikal.
Tp jgn sampe kamu slh pilih, kadang ada baju corak garis yg memberi efek flicker dan ini ga enak bgt buat diliat org2 di sekitar kamu.
Oya, dan aku suka bgt kalo ngliat laki2 yg pake baju bercorak garis;)
Kalo garisnya 1 artinya apa ya? Kalo garisnya 2? Kalo garisnya 1 artinya negatif sayang.., kalo 2 artinya positif;p Hahaha....., ini sih (sbaiknya) buat yg udah married;)
Ada yg punya hewan peliharaan ikan hias? Aku punya bbrp ekor. Wkt itu sempat punya bbrp ekor yg coraknya garis, tp kok dia nakal bgt ya? Suka ngejar2 ikan lainnya plus kadang nggigit temannya. Pas aku ke tempat jual ikan langgananku, aku tanya kenapa ikan ku yg jenis itu nakal skali? Ternyata mas si penjual blg kalo ikan corak garis emang perilakunya lbh agresif, intinya mmg nakal.
Dan akhirnya itu ikan aku pisahkan di aquarium yg lain.
Garis = dilarang masuk/melintas/lewat, iya kan?;)
Tv mu ada garisnya? Ups!!, pasti srg dipake buat maen video game. Garisnya biasanya melintang (a.k.a. horizontal), 'n mkn lama bakal makin banyak. Kalo km ga sgra berhenti make' dia buat ngegame, siap2 aj cari nmr kontak service tv.
Tp klo garisnya muncul krn srg km perlakukan dia dgn semena-mena, ini lain ceritanya.
Tapi aku harus bagaimana lagi, bahkan itupun tak bisa membuatmu menjadi milikku selamanya. Aku tahu yang sebenarnya terjadi, aku yang membuatnya. Aku yang membuatnya, dengan sengaja. Dengan sengaja, dan tanpa sepengetahuan dan kesadaranmu.
Dan kesengajaanku itu pun tak berlangsung lama karena sesaat saja kau tak menyadarinya, dan sampai saat kau sadar kau pun pergi meninggalkanku, dan itu pun terjadi.
Hari-hari "bahagia" yang kujalani bersamamu sangat membuatku bahagia, saat itu. Tapi sekarang, tidak lagi.
Aku hidup mencarimu, kemana pun. Tapi aku tak menemukanmu. Dan meskipun aku tak menemukanmu, aku tahu kau sedang mencarinya. Lelah sudah mengejar seluruhmu; hati, pikiran, cinta mu. Hanya ini yang sanggup aku lakukan sekarang, menanggalkan waktu dan nafasku di dunia untuk kemudian menatapmu dengan penuh cinta dari ruang lain milikNya.
Hanya ini yang sanggup aku lakukan, sekarang dan selamanya di sisa hidupmu.
Menatapmu dari ruang lain milikNya...
Pemilu dah selesai (dah lama kalee git!). *iya, tau..*
Skrg, tinggallah sisa2 Pemilu kmrn: partai yg "ga terima" krn persentase pemilihnya sedikit,
manuver partai2 yg merasa kalah, kerusakan/kerugian Gelora Bung Karno (yg pas musim kampanye kmrn laris manis utk tmpt kampanye akbar) yg diperkirakan nyampe Rp.9M,
penghitungan suara yg ricuh dsana-sini, target KPU yg meleset jauh (hrsnya sampai tgl 20 April kmrn perhitungan suara ditargetkan mencapai 80% suara, trnyata hanya tercapai 8% suara, *PR bsr ni!).
1 lg yg plg fenomenal 'n kyknya lg "ngetrend" pula, masalah calon legislator (caleg) yg pd stres -frustasi -depresi berat -bunuh diri -mati.
Nonton tayangan tv yg ngebahas ttg tingkah2 caleg ini: bunuh diri, masuk RSJ, ikut terapi penyembuhan stres, meminta kembali apa yg udah dia kasih ke org2 pas kampanye kmrn.
Gila aja! masa' dminta balik. Karpet musholla, buku tabungan yg udah ada saldonya 50rb, tv, material pembuatan pintu air 'n pembangunan masjid (nah loh.., gmn tu cb klo udah sempat dibangun? *bongkar!!).
Pdhl kalo kata org2 dulu ni, brg yg udah dikasih ga blh dminta lg, bs gondongan tau..! (hehe..., percaya ga percaya sih;)
So, yg srg jd pertanyaan aku ni tiap kali abis liat tayangan ttg caleg yg kyk gni: "Jd, apa ya yg mjd motivasi awal caleg2 itu utk bergabung di dewan?, kalo ternyata kehilangan di awal udah membuat mereka bertingkah aneh2 gitu".
Fiuuhhh....
Hidup Republik Indonesia!!!
Aku ada karena cinta.
Aku besar oleh cinta.
Aku ingin hidup dengan cinta.
Aku mau membesarkan dengan cinta.
Aku berharap tua dengan penuh cinta.
Aku ingin mati dengan dan selalu dicinta.
Aku bknnya ga percaya ttg hal2 d bwh ini, tp mgkn butuh penjelasan yg lbh dalam buat aku ngerti knp sebagian org nganggap hal2 d bawah ini bs/lbh umum terjadi.
Ini dia:
- "benci ma cinta itu bedanya tipis banget"
- "pelajaran kimia itu sdkt lbh mudah drpd pelajaran fisika"
- "cinta pertama itu susah buat dilupakan, atau bahkan tak mungkin terlupakan"
Ada yg bisa bantu kasih penjelasan 'n pemahaman knp mnrt kebanyakan org hal2 di atas itu bisa terjadi? Ga smua org mmg, tp buat km yg "setuju" ma 3 hal di atas, mohon penjelasannya ya?
Sulit sekali mencuri perhatianmu, bulan.
Lama aku berjalan dan berputar-putar mengelilingi malam-malam yang biasa kau kunjungi.
Namun tak selalu pula kau datangi mereka, malam-malam itu dan semua isinya.
Pun kalau kau datangi, tak pernah juga kau melihat ke arahku yang selalu menari-nari di sekitarmu.
Aku selalu menatap ke arahmu.
Berharap penuh rasa bahwa cahaya yang kau pancarkan hanya untukku.
Tapi sepertinya aku harus meluaskan hati seluas ambang batas terjauh berpendarnya cahayamu.
Merelakan pelan-pelan terhapusnya pikiran bahwa kau mengirimkan terangmu hanya untuk gelapku.
Mengandaskan keinginan bahwa kau hanya ada untukku.
Dan untuk seterusnya harus mampu menyadari kau tidaklah bisa hanya untukku.
Matahari sering menasehatiku untuk melupakan dan pergi saja darimu, dia seringkali melakukannya.
Aku mendengarkannya dengan baik, ku coba mencerna semua perkataannya, kupahami, kusimpan dalam laci-laci di hati dan pikiranku, tapi tak pernah berpikir untuk melakukan apa yang dia katakan padaku.
Paling tidak untuk saat ini.
Namun bila mungkin suatu saat aku merasa benar-benar tak ada lagi ruang malam yang tersisa untukku, bahkan untuk sebelah telapak kakiku pun, mungkin aku memang harus merenungkan ulang nasehat-nasehat sang matahari padaku.
Bulan,
Sadarilah aku,
Lihatlah aku,
Hadirlah hanya untukku.
